Jumat, 06 Maret 2015

kePekaan Hati


Lepas tawa dari mulut dan hatiku itu kini kembali menyeruak sunyiku
lamanya tawaku bersembunyi
Lalu tiba–tiba…Kembali sunyi…Senyap…Aku pun terjerembab…
Dalam gelap Pengap…!
Aku bagaikan diangkat ke langit tinggi oleh tangan2 tak kasat mata
Lalu tiba2 dihempaskan tubuhku begitu saja ke lantai bumi dgn sekuat tenaga Dan AAAAAAH!
Sakitnya tak pernah bisa membuatku mati Dan justru itu yang kusesali,,,Jika tubuhku memang tak bisa mati,
apa hatiku lah yg harus mati…
Dan…Aku bingung dgn kata’egois’dalam cinta
Kau meramunya sedemikian rupa Hingga keduanya tampak sama….
Ketahuilah Rasa bukanlah tanggung jawab
Rasa adalah kerelaan
Ke arah mana kau melempar tanggung jawabmu
Ke arah mana kau menebar kerelaanmu
Aku tidak tahu….
Bertanya pun hanya sekedar meraba
Berkeliuh kesah pun percuma
Aku lemah? Tidak,
kau tidak tahu.
Kelemahan tidak bersumber dari keresahan hati
Namun dari ketidak pekaan hati,
Aku tidak marah Pun aku tidak menyerah Meskipun kadang ingin pasrah.
Aku hanya gundah Dan hatiku semakin gelisah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar